BANGKALAN, Rommusa.com // Gelombang aksi mahasiswa kembali menggema di Kabupaten Bangkalan, Senin (18/5/2026). Massa aksi dari 13 perguruan tinggi turun ke jalan dengan mengusung tagline #REFORMATI BANGKALAN dan memusatkan aksi di depan Gedung DPRD Bangkalan.
Para mahasiswa datang mengenakan jaket almamater kampus masing-masing sebagai simbol persatuan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat. Dalam aksi tersebut, mereka menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai masih belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun DPRD Bangkalan.
Beberapa isu utama yang diangkat meliputi program MBG, infrastruktur jalan dan pendidikan, penerangan jalan umum (PJU), pelayanan publik di rumah sakit dan puskesmas, dugaan pungli parkir, penertiban jalan pasar di wilayah Tanah Merah, Blega, dan Sepulu, hingga persoalan lingkungan hidup seperti TPS dan TPA.
Massa aksi meminta DPRD Bangkalan tidak tutup mata terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Mereka juga mendesak agar fungsi pengawasan terhadap program pemerintah dijalankan secara maksimal dan transparan.
Aksi tersebut melibatkan berbagai elemen mahasiswa dari sejumlah kampus di Bangkalan. Kampus Insya Bangkalan bertindak sebagai koordinator lapangan, sementara negosiator dipercayakan kepada UTM dan STKIP.
Selain itu, beberapa kampus lain juga terlibat dalam pembagian tugas, di antaranya STAIDA, INSTIBA, UBI, dan STITMU sebagai tim aster, UNHM dan AKFAR di bidang kesehatan, STAIDHI sebagai media, serta STEBIA dan STAMIDIYA di bagian perlengkapan.
Koordinator berita dipercayakan kepada STKIP bersama koordinator lapangan, sedangkan seluruh presiden mahasiswa dan wakil presiden mahasiswa diwajibkan menjadi orator dalam aksi tersebut. (IKM)



