SAMPANG, Rommusa.com // Kabupaten Sampang resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui Apel Siaga dan pelepasan 1058 petugas sensus tersebar di 14 Kecamatan se-kabupaten yang dipimpin Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, Senin (15/06/2026) di Pendopo Trunojoyo. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah pada tahun 2027.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sampang Boby Eko Heru Mulyadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan yang tepat sasaran harus didukung oleh data yang valid dan terpercaya. Menurutnya, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi pijakan penting dalam merumuskan program pembangunan sektor ekonomi dan pertanian di Kabupaten Sampang.
Ia memaparkan sejumlah indikator positif yang berhasil dicapai Kabupaten Sampang. Pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tercatat sebesar 3,45 persen, menjadi capaian terbaik pascapandemi. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka berada di angka sekitar 2,44 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 67,22.
“Data yang akurat menjadi fondasi utama dalam menyusun kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, petugas sensus harus bekerja profesional, humanis, dan mampu membangun komunikasi yang baik dengan responden,” ujarnya.
Kepala BPS juga mengingatkan seluruh petugas agar menjalankan tugas lapangan secara maksimal sehingga data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi referensi pembangunan daerah yang berkualitas.

Sementara itu, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan apresiasi kepada BPS dan seluruh petugas sensus yang akan terjun langsung ke lapangan. Menurutnya, keberhasilan sensus ekonomi sangat menentukan arah pembangunan Kabupaten Sampang di masa mendatang.
“Saya berharap seluruh petugas dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga etika, serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat agar data yang diperoleh benar-benar akurat dan sesuai kondisi di lapangan,” kata pemimpin daerah di kabupaten Sampang.
Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sampang akan mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga pemerintah desa guna memastikan kelancaran pendataan.
Lebih lanjut, H. Slamet Junaidi menyebut hasil sensus nantinya akan menjadi dasar penyusunan berbagai program nyata yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan sektor ekonomi, dan pengembangan potensi pertanian daerah.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa data yang terkumpul selama Sensus Ekonomi 2026 akan diolah menjadi rekomendasi kebijakan pembangunan Kabupaten Sampang tahun 2027. Oleh sebab itu, kualitas data menjadi faktor utama yang harus dijaga sejak proses pendataan berlangsung.
Apel siaga ditutup dengan pelepasan resmi petugas sensus ekonomi sebagai tanda dimulainya Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Sampang. Pemerintah Kabupaten Sampang dan BPS berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung kegiatan ini demi terwujudnya pembangunan yang berbasis data, terukur, dan berkelanjutan. (Red)



