SAMPANG, Rommusa.com // Festival Kuliner Kekayaan Intelektual (KI) Komunal Tahun 2026 Kabupaten Sampang berlangsung meriah di Taman Wijaya Kusuma Sampang, Minggu (14/6/2026). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB tersebut menjadi ajang promosi kekayaan budaya dan kuliner khas daerah yang memiliki nilai intelektual komunal.
Festival ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang Yuliadi Setiawan, Kepala Kantor Kementerian Hukum Wilayah Jawa Timur, Kepala Disporabudpar Kabupaten Sampang beserta jajaran, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, unsur OPD terkait, perwakilan perbankan, sponsor, serta masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Sekda Kabupaten Sampang Yuliadi Setiawan menyampaikan bahwa Festival Kuliner KI Komunal merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan sekaligus melindungi warisan budaya daerah agar memiliki nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Festival Kuliner KI Komunal bukan hanya menjadi sarana promosi kuliner khas Sampang, tetapi juga upaya nyata dalam menjaga dan melestarikan kekayaan intelektual komunal yang dimiliki masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sampang terus mendorong agar potensi budaya lokal dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM serta masyarakat luas,” ujar Yuliadi Setiawan.
Menurutnya, keberagaman kuliner tradisional yang dimiliki Kabupaten Sampang merupakan aset berharga yang perlu dijaga keberlangsungannya. Melalui festival ini, masyarakat diajak untuk semakin mengenal, mencintai, dan mengembangkan produk-produk lokal yang menjadi identitas daerah.
Kegiatan tersebut juga mendapat antusiasme tinggi dari para peserta dan pengunjung yang memadati lokasi acara. Berbagai sajian kuliner khas Madura ditampilkan sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus penguatan sektor ekonomi kreatif daerah.
Pemerintah Kabupaten Sampang berharap Festival Kuliner KI Komunal Tahun 2026 dapat menjadi agenda rutin yang mampu memperkuat perlindungan kekayaan intelektual komunal, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mendorong pertumbuhan pariwisata dan perekonomian daerah. (Red)



