BerandaBerita LokalOknum Mengatasnamakan LSM Diduga Intimidasi dan Mensomasi Sekolah di Sampang

Oknum Mengatasnamakan LSM Diduga Intimidasi dan Mensomasi Sekolah di Sampang

SAMPANG, Rommusa.com // Sejumlah sekolah, lembaga pendidikan hingga yayasan di kecamatan Omben Kabupaten Sampang mengeluhkan dugaan intimidasi yang dilakukan oknum mengatasnamakan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Para oknum tersebut diduga meminta sejumlah uang kepada pihak sekolah dengan dalih pengawasan lembaga pendidikan, apabila tidak dikasih sekolah tersebut akan dilayangkan surat somasi. Kamis (28/05/2026).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, para oknum kerap mendatangi sekolah dan yayasan sambil membawa data siswa serta sejumlah dokumen administrasi lainnya. Kehadiran mereka membuat pihak sekolah merasa resah dan tertekan.

Salah satu pengurus sekolahan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, oknum tersebut hampir setiap tahun datang ke lembaganya. Bahkan, menurutnya, yang datang tidak hanya dari satu organisasi saja.

“Sepertinya gabungan. Tidak hanya mengatasnamakan LSM. Yang pernah datang ke sekolah kami ada sekitar empat nama LSM berbeda,” ujarnya.

Ia menuturkan, para oknum biasanya mempertanyakan data siswa hingga administrasi lembaga pendidikan. Karena terlalu sering didatangi, sejumlah kepala sekolah memilih tidak menemui mereka.

“Karena sering datang ke sekolah dan yayasan, kadang kepala sekolah memilih tidak menemui mereka,” katanya.

Namun setelah tidak ditemui, beberapa hari kemudian pihak sekolah menerima surat yang disebut berisi undangan maupun klarifikasi.

“Setelah tidak ditemui, selang beberapa hari mereka mengirim surat,” ungkapnya.

Ia juga mengaku pernah menerima surat panggilan dari penyidik Polres Sampang. Meski tidak mengetahui secara pasti persoalan yang dimaksud, dirinya menduga ada kaitannya dengan laporan dari oknum yang sebelumnya datang ke lembaganya.

“Pernah kami menerima surat panggilan dari penyidik Polres Sampang. Tidak tahu masalahnya apa, tapi kemungkinan ada kaitannya dengan oknum yang sering datang ke lembaga,” tuturnya.

Menurutnya, praktik tersebut sudah sangat meresahkan karena hampir menyasar banyak lembaga pendidikan mulai tingkat SD, SMP hingga yayasan di Kabupaten Sampang.

Selain itu, para oknum juga disebut kerap mengirim surat dengan tembusan ke sejumlah instansi lain sehingga membuat pihak sekolah semakin tertekan.

“Kadang mereka datang berkelompok antar-LSM. Kalau satu tidak berhasil, nanti menyuruh LSM lain datang lagi,” ujarnya.

Nominal uang yang diminta pun bervariasi, mulai Rp500 ribu, Rp1 juta hingga mencapai Rp2,2 juta.

“Nominalnya berbeda-beda, ada yang minta Rp500 ribu, Rp1 juta sampai Rp2,2 juta. Hampir banyak lembaga yang mengalami hal seperti ini,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah sekolah dan yayasan lain di Kabupaten Sampang. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat turun tangan menindak oknum yang diduga memanfaatkan nama LSM untuk melakukan intimidasi terhadap dunia pendidikan. (Red)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments