SURABAYA, Rommusa.com // Pemerintah Kabupaten Sampang menggelar kegiatan Awarding dan Penguatan Zona Integritas menuju WBK/WBBM, pendampingan rencana aksi tindak lanjut hasil evaluasi SAKIP Tahun 2025, serta akselerasi pengembangan kompetensi ASN Tahun 2026, Kamis (21/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dihadiri Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz, Sekdakab Yuliadi Setiyawan, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN RI Dr. Tr. Erna Irawati, Plt. Asisten Deputi RB Kunwas Wilayah II KemenPAN-RB Budi Prawira, jajaran kepala OPD, camat, hingga pimpinan fasilitas kesehatan di Kabupaten Sampang.
Dalam laporan yang disampaikan Asisten administrasi umum sekretaris daerah kabupaten Sampang, kegiatan tersebut difokuskan pada tiga isu strategis, yakni penguatan Zona Integritas, evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), serta percepatan pengembangan kompetensi aparatur sipil negara.
Menurutnya, capaian implementasi SAKIP Kabupaten Sampang terus menunjukkan tren positif. Nilai SAKIP meningkat dari 72,33 pada 2023 menjadi 72,43 pada 2024, lalu naik menjadi 73,55 pada 2025. Pemkab Sampang menargetkan nilai SAKIP mencapai 76,83 pada tahun 2026.
Selain itu, sejumlah indikator pembangunan daerah juga mengalami peningkatan, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 67,23, pertumbuhan ekonomi naik dari 1,71 persen menjadi 3,45 persen, serta penurunan angka kemiskinan dari 20,83 persen menjadi 20,61 persen.
Meski demikian, Pemkab Sampang masih menghadapi tantangan dalam penguatan reformasi birokrasi, khususnya pada peningkatan investasi dan penurunan angka kemiskinan yang masih relatif tinggi.
Pada sektor Zona Integritas, Asisten administrasi umum sekretaris daerah kabupaten Sampang menjelaskan bahwa beberapa unit pelayanan publik mulai menunjukkan hasil positif. Puskesmas Omben berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 2024, disusul Puskesmas Kamoning pada 2025.
Tahun ini, Pemkab Sampang kembali mengusulkan Puskesmas Tanjung dan Puskesmas Camplong untuk memperoleh predikat WBK, sekaligus mendorong Puskesmas Omben menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz menegaskan bahwa penguatan integritas birokrasi dan peningkatan kompetensi ASN menjadi langkah penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Penguatan Zona Integritas dan peningkatan kapasitas ASN harus berjalan beriringan agar reformasi birokrasi di Kabupaten Sampang semakin optimal serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Lora Mahfudz akrab disapa.
Ia juga berharap seluruh OPD di lingkungan Pemkab Sampang terus meningkatkan inovasi, disiplin kerja, dan kualitas pelayanan publik demi mendukung percepatan pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya kerja berintegritas, meningkatkan kualitas akuntabilitas kinerja pemerintah daerah, serta mempercepat pengembangan kompetensi ASN di era birokrasi digital. (Red)



