BerandaBerita LokalKasus Asusila Remaja Meningkat, Polres Sampang Bergerak Cepat Edukasi Ratusan Siswi

Kasus Asusila Remaja Meningkat, Polres Sampang Bergerak Cepat Edukasi Ratusan Siswi

SAMPANG, Rommusa.com // Maraknya kasus asusila yang menyeret remaja di Kabupaten Sampang menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Untuk mencegah bertambahnya korban, Polres Sampang bergerak cepat dengan memberikan pembekalan moral dan edukasi pencegahan pelecehan seksual kepada ratusan siswi SMA Negeri 1 Sampang, Jumat (24/07/2026).

Langkah preventif tersebut dilakukan Satuan Binmas Polres Sampang melalui kegiatan sosialisasi yang dipimpin Kasat Binmas AKP Moh. Mohni, S.Pd., didampingi Ps. Kanit Bintibsos Aipda Liwail Amri dan Banit Bhabinkamtibmas Briptu Afrizal Fauzan Amy. Kegiatan diikuti seluruh siswi kelas X hingga XII bersama jajaran guru SMAN 1 Sampang.

Dalam penyampaiannya, AKP Moh. Mohni menjelaskan berbagai bentuk pelecehan seksual, dasar hukum yang mengaturnya, faktor penyebab terjadinya tindak asusila, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan para pelajar dalam kehidupan sehari-hari.

Kapolres Sampang AKBP Hartono, S.Pd., M.M. melalui Kasat Binmas AKP Moh. Mohni menegaskan bahwa kehadiran Polri di lingkungan sekolah merupakan bentuk komitmen untuk melindungi generasi muda dari ancaman kejahatan seksual.

“Kabupaten Sampang sedang menghadapi persoalan serius akibat munculnya kasus asusila yang melibatkan remaja. Kami berharap kejadian tersebut menjadi yang terakhir. Para pelajar harus berani menjaga diri, memilih lingkungan pergaulan yang baik, serta segera melapor apabila mengetahui atau mengalami tindakan pelecehan,” ujar AKP Moh. Mohni.

Dalam sosialisasi itu, Sat Binmas Polres Sampang mengingatkan pelajar agar lebih selektif memilih teman, tidak mudah menerima ajakan dari orang yang baru dikenal, menggunakan media sosial secara bijak, berani menolak dan melaporkan segala bentuk pelecehan, serta menghindari aktivitas di luar rumah hingga larut malam tanpa kepentingan yang jelas.

Menurut AKP Moh. Mohni, keberhasilan mencegah kekerasan seksual tidak hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi juga membutuhkan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak, dan bebas dari tindak kejahatan seksual.

Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Polres Sampang juga mengimbau korban maupun saksi agar tidak takut melapor apabila mengetahui adanya dugaan pelecehan atau kekerasan seksual. Laporan dapat disampaikan melalui layanan Call Center 110 yang aktif selama 24 jam dan bebas pulsa.

Melalui edukasi sejak dini, Polres Sampang berharap kesadaran para pelajar terhadap bahaya kekerasan seksual semakin meningkat sehingga mampu melindungi diri sendiri, menghargai sesama, serta menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi muda yang berkarakter dan berprestasi. (Red)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments